http://www.sideroad.com/Self_Help/bad-mood.html

A bad mood can ruin your whole day! What techniques do you have to get over one? I recommend to clients that they create a list of ideas that they can draw on in difficult times. Here is an example of my list. What would be on your list?

1. Recall something or someone who makes you happy and daydream about it or him/her.

Maybe it is about someone you love or a special trip or place you have been or want to go. I love sitting by the ocean listening to music. Once several years ago my daughter and I spent several evenings at an outdoor cafe in Santorini watching the sun set over the water. The cafe owners provided wonderful classical music on their music system. It is a place I often return to in my daydreams.

2. Find something or someone you are grateful for and express your gratitude to yourself, to your journal and/or to the person or others.

What is it that makes a day special? Is it seeing a beautiful bird in your backyard, watching the sunset over the ocean, skiing down a mountain or getting a clean bill of health from your doctor? Look around a bit. Write about it in your journal or just remember it.

3. Focus on what you have been ignoring. When was the last time you read a great novel, sat by a fire in the fireplace or had the oil in your car changed? Find something you have been meaning to do and do it!

4. Stay in the present. Appreciate the mundane by focusing on the activities you do without thinking like eating, bathing, walking. Take notice of how good the water feels in the shower, how soft or hard the ground feels on your feet as you walk or just silently eat your meal and really taste it.

5. Get some exercise – go for a walk, ride your bike, jog etc.

I had a coach who used one of those big exercise balls to change her mood. Bouncing on the ball made her giggle and forget whatever it was that was bothering her.

6. Take a break and have a cup of tea. Sit quietly for 15 minutes. Keep your mind blank.

Often the silence is enough to change my mood. Sitting quietly keeping my mind off everything brings me back. I particularly like doing this and having a cup of hot tea in the winter.

7. Pick a piece of uplifting music and listen to it. Show tunes make me smile! How about you? What kind of music makes you happy?

8. Find your own special place to gather strength. Popular possibilities are sitting by the ocean/river/pond, visiting a mountain range, sitting or standing by a lovely garden.

In the summer the best place for me to change my mood is by the ocean. I love to watch the waves come in and out. Planting my garden also gives me a boost. I’ve been told that looking up at mountains does the same for some people. Create a space in your home or office that gives you strength.

9. Watch a young child play. See how engaged they are in the moment and in what they are doing. Join them . I recently hosted a dinner party for 6 adults and 2 children. The 17 month old loved the jar of bubble liquid that I had bought to entertain him. He giggled with delight as I blew bubbles for him. As he laughed and chased the bubbles I couldn’t help smile at his enthusiasm, happiness, and general contentment for the way things are.

10. Sing your favorite song with or without the radio or stereo on. Crowing worked for Mary Martin!

It is hard for me to imagine being sad when I am singing. . .

Ingatlah saat kita masih kecil dan berada di sekolah dasar. Berseragam, melakukan upacara bendera, dan bermain bersama teman-teman. Tentunya setiap sekolah dasar memiliki program pendidikan beragam. Namun ambil sebuah generalisasi dari apa yang hampir setiap sekolah dasar ajarkan pada setiap muridnya.

“Menjadi orang yang baik”

Seringkali ibu guru saya menyuruh kami, anak didiknya untuk membuang sampah yang berceceran pada tempatnya, untuk selalu menghormati orang lain dan menyayangi sesama. Pelajaran PMP jaman dulu menjadi pelajaran favorit bagi siapa saja. Mengapa? Karena pertanyaan-pertanyaan ”ulangan”nya adalah mengenai bagaimana untuk menjadi orang yang baik, dan anak-anak seusia saya sangat bisa menjawab bagaimana cara menjadi orang baik.

 

Mudah bukan menjadi orang baik?

Namun ternyata seiring bertambahnya usia, menjadi baik ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Lihat saja dari koran-koran yang beredar, apa saja yang telah dilakukan oleh para remaja seusia SMP SMA. Berapa persen murid-murid yang mencontek ketika ujian? Berapa persen yang telah membolos dan berbohong?

Kita yang berada di sini, membaca koran tetang berita tawuran remaja lalu merasa miris melihat kondisi itu dan bergumam :

” Mengapa remaja jaman sekarang menjadi seperti itu?”

Kita yang sekarang menjadi siapapun : Karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, kuliah di sebuah perguruan tinggi, kita yang berjejeran di busway atau kereta untuk berangkat atau pulang mencari sesuap nasi, kita yang menjajakan barang dagangan kita, menggeleng-gelengkan kepala. Menyalahkan bagaimana pendidikan di sebuah negara bernama Indonesia gagal menanamkan sebuah hal yang ditanamkan sejak sekolah dasar : “Bagaimana menjadi orang baik”

Kita menyalahkan siapa saja. Pemerintah, orang tua, dan guru-guru. Lalu akhirnya terdampar bergumam mengenai rusaknya generasi muda dan berputus asa atas semua kekecewaan itu, sudah parah dan tidak bisa terobati.

Ironi. Sementara banyak di antara kita yang menyerobot antrian panjang dengan alasan terburu-buru. Berapa banyak dari kita yang merokok di tempat umum dan tidak sadar bahwa hal itu menyesakkan paru-paru orang-orang di sebelah kita. Berapa persen dari kita yang mempersilakan para wanita tua dan hamil untuk duduk di sebuah bus yang penuh? Berapa persen dari kita yang sadar untuk membuang sampah di tempat sampah?

Lalu mari kita teliti lebih lanjut mulai dari kebaikan-kebaikan kecil.

Berapa persen dari kita yang mencuci tangan sebelum makan?

Berapa persen dari kita yang selalu tersenyum kepada semua orang yang kita kenal?

Ketika mengingat-ngingat masa sekolah dasar. Rasa-rasanya kebaikan itu mudah untuk dilakukan. Apakah dengan menjadi semakin tua, seseorang menjadi semakin “malu” untuk melakukan kebaikan yang dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar?

Bukankah kebaikan itu dimulai dari hal kecil?

Tebarkan kebaikan.

Tularkan kebaikan.

Melalui hal-hal kecil dan bermakna.

Lalu jangan salahkan siapapun atas semua berita di koran itu.

Ketika jari telunjuk kita menunjuk seseorang, maka empat jari yang lain tertuju kepada diri kita sendiri.

Ya.. Itu adalah tanggung jawab kita semua. Pendidikan dan penanaman nilai budi pekerti para generasi muda ada di pundak kita. Setiap kita.

Bisakah kita membangun negeri ini menjadi negeri yang aman sentosa? Yang setiap generasi mudanya menghargai hidup yang telah Tuhan berikan kepada mereka lalu bercita-cita di hatinya :

“Aku akan menjadi orang yang baik, Tuhan…. “

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menetapkan hasil perolehan suara nasional pemilu legislatif 9 April lalu. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary langsung membacakan perolehan suara nasional 44 partai peserta pemilu, menetapkan dan mengesahkannya.

“Hasil penghitungan suara pemilu DPR yang dilaksanakan sejak 26 April hinggal 9 Mei 2009 ditetapkan dan dinyatakan sah,” demikian Hafiz menetapkan hasil pemilu.

Hasil akhir, jumlah suara total 104.095.847 . Berikut adalah hasil keseluruhan perolehan suara 44 partai politik :

No Partai Politik Jumlah Suara Persentase
1 Demokrat (31) 21.703.137 20,85%
2 Golkar (23) 15.037.757 14,45%
3 PDIP (28) 14.600.091 14,03%
4 PKS (8) 8.206.955 7,88%
5 PAN (9) 6.254.580 6,01%
6 PPP (24) 5.533.214 5,32%
7 PKB (13) 5.146.122 4,94%
8 Gerindra (5) 4.646.406 4,46%
9 Hanura (1) 3.922.870 3,77%
10 PBB (27) 1.864.752 1,79%
11 PDS (25) 1.541.592 1,48%
12 PKNU (34) 1.527.593 1,47%
13 PKPB (2) 1.461.182 1,40%
14 PBR (29) 1.264.333 1,21%
15 PPRN (4) 1.260.794 1,21%
16 PKPI (7) 934.892 0,90%
17 PDP (16) 896.66 0,86%
18 Barnas (6) 761.086 0,73%
19 PPPI (3) 745.625 0,72%
20 PDK (20) 671.244 0,64%
21 RepublikaN (21) 630.78 0,61%
22 PPD (12) 550.581 0,53%
23 Patriot (30) 547.351 0,53%
24 PNBK (26) 468.696 0,45%
25 Kedaulatan (11) 437.121 0,42%
26 PMB (18) 414.75 0,40%
27 PPI (14) 414.043 0,40%
28 Pakar Pangan (17) 351.44 0,34%
29 Pelopor (22) 342.914 0,33%
30 PKDI (32) 324.553 0,31%
31 PIS (33) 320.665 0,31%
32 PNI M (15) 316.752 0,30%
33 Partai Buruh (44) 265.203 0,25%
34 PPIB (10) 197.371 0,19%
35 PPNUI (42) 142.841 0,14%
36 PSI (43) 140.551 0,14%
37 PPDI (19) 137.727 0,13%
38 Merdeka (41) 111.623 0,11%
39 PDA (36) 0 0,00%
40 Partai SIRA (37) 0 0,00%
41 PRA (38) 0 0,00%
42 Partai Aceh (39) 0 0,00%
43 PBA (40) 0 0,00%
44 PAAS (35) 0 0,00%
Jumlah 104.095.847 100%

Sedangkan untuk hasil pemilu di Taiwan adalah sebagai berikut:

Urutan Partai % Suara Suara penuh Suara sisa Jumlah Suara terbanyak
1 PDIP 25.10% 1 kursi 1 kursi 2 kursi caleg no 1 dan 2
2 PD 23.08% 1 kursi 1 kursi 2 kursi caleg no 1 dan 2
3 PG 14.78% 1 kursi 1 kursi caleg no 1
4 PKB 7.60% 0 kursi 1 kursi 1 kursi caleg no 1
5 PKS 5.73% 0 kursi 1 kursi 1 kursi caleg no 1

Bagaimana kita membaca Wedhatama dan Wulangreh dalam konteks kekinian? Mungkin kita akan dengan mudah mengatakan bahwa pengarang Wedhatama, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkunegoro IV terasa sinis saat membicarakan agama Islam. Sementara pengarang Wulangreh, yakni Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Pakubuwono IV terasa lebih bisa menerima ajaran agama Islam. Tapi, apakah sesederhana itu?

Kalau kita baca Wedhatama karya Mangkunegoro IV, yang diterjemahkan kembali oleh Fatchurrohman (Jakarta: WWS, 2003), terbaca bahwa Mangkunegoro IV memberi pelajaran kepada anak-anaknya bahwa sebaiknya yang dijadikan panutan itu Panembahan Senopati (Raja Mataram yang pertama) dan bukan Nabi Muhammad SAW.

Hal ini terbaca pada bagian berikut ini: Nuladha laku utama, tumraping wong tanah Jawi, wong Agung ing Ngeksiganda, panembahan Senapati, kapati amarsudi, sudaning hawa lan nepsu, pinesu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, amemangun karyenak tyasing sasama (Teladanilah sikap terpuji tokoh besar dari Mataram, Panembahan Senapati. Ia telah berupaya sepenuh hati demi terkendalinya hawa nafsu. Rajin bertapa, baik siang maupun malam, guna menciptakan ketenteraman batin sesama makhluk). (more…)

I found very inspirational video from youtube, this video is talking about a father love.

A son asked his father, “Dad, will you take part in a marathon with me?” The father who despite having a heart condition, said, “Yes”.

They went on to complete the marathon together. Father and son went on to join other marathons, the father always saying, “Yes” to his son’s request of going through the race together.

One day, the son asked his father, ‘Dad, let us join the Ironman together; to which his father said, “Yes”, too.

For those who don’t know, Ironman is the toughest triathlon ever. The race consists of three endurance events of a 2.4 miles (3.86 kilometers) ocean swim followed by a 112 miles (180.2 kilometers) bike ride and ending with a 26.2 miles (42.195 kilometers) marathon along the coast of the Big Island.

Father and son went on to complete the race together.

and


Ada tulisan mernarik yang saya dapat dari kompas.com edisi 8 mei 2009 tentang penggunaan bahasa Indonesia yang mulai tersingkir oleh bahasa Inggris. Artikelnya adalah sebagai berikut:

Seorang kawan yang baru lulus kuliah ditolak di mana-mana ketika melamar pekerjaan. Kesalahannya cuma satu, Ia terlalu bangga memakai bahasa Indonesia.

TIDAK seperti kebanyakan pelamar lain yang berfoya-foya dalam bahasa Inggris, kawan tadi memakai bahasa Indonesia dalam surat lamarannya. Jumlah alasannya memakai bahasa Indonesia pun sama dengan kesalahannya itu, cuma satu, yakni, ia melamar pada perusahaan yang ada di Indonesia, yang masyarakat, rekan kerja, dan pimpinannya berbahasa Indonesia. Perusahaan yang pekerjaanya bisa dikerjakan dalam bahasa Indonesia. Sialnya, kawan tadi lupa, kalau perusahaan di Indonesia merasa hebat ketika berhasil mengaudisi karyawannya dalam bahasa Inggris. Biar sedikit intelek, bro! (more…)

Ga kerasa pemilu legislatif sebentar lagi…Ayo-ayo jangan lupa nyoblos untuk yg udah bisa..

Untuk yang ada di Taiwan, ini ada sedikit info tentang pelaksanaan penyoblosan (ato pencontrengan ya??)

Sesuai dengan Peraturan KPU No. 11 Tahun 2009, ada 2 cara pemungutan suara di luar negeri yaitu:
1. Melalui Pos
2. Datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara); Ada 2 TPS yang sudah dibentuk di kota Taipei, yaitu TPS KDEI dan TPS Taipei Station.
Adapun teknis pelaksanaanya, silakan dibuka dan dibaca di

Untuk itu, khususnya kepada mahasiswa/ i yang sudah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) Taiwan, cek di http://kdei- taipei.org/ tw/index. php?option= com_wrapper&Itemid=27
dan INGIN DATANG ke TPS pada hari Kamis, 9 April 2009, Jam: 08.00 – 13.00 dimohon untuk mendaftarkan diri ke PPLN (KDEI)

Bagi mahasiswa/ i yang bersedia ke datang ke TPS tersebut, PPLN akan menyampaikan surat undangan dan membuatkan surat ijin ke Profesor pada hari pencoblosan.
Bila rekan-rekan tidak mendaftarkan diri untuk datang ke TPS, maka PPLN menganggap rekan-rekan memilih untuk melakukan pemungutan suara melalui Pos.
sumber: Ketua KPPSLN TPS Taipei Station
Ini juga ada animasi menarik tentang pemilu…mantep juga nih animasinya
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.