Pelabuhan Peti Kemas

Pendahuluan

Pelabuhan peti kemas termasuk sebagai salah satu objek vital negara, karena kegiatan import/export barang yang melewati laut dilakukan  melalui pelabuhan peti kemas. Pelabuhan peti kemas bisa dibilang sebagai tulang punggung pergerakan logistik di suatu negara.

Pelabuhan peti kemas terbesar dan tersibuk di Indonesia adalah Tanjung Priok. Pelabuhan ini menempati urutan ke-27 sebagai pelabuhan tersibuk di dunia (berdasarkan data tahun 2015), berada di bawah pelabuhan Singapura (no-2) dan Vietnam (no-26).

Table 1 Pelabuhan peti kemas tersibuk di dunia tahun 2015 (source: http://www.worldshipping.org)

busiest container terminal 2015

Kapasitas dari pelabuhan peti kemas biasanya selalu dinyatakan dalam satuan ‘TEU’ atau Twenty-Foot Equivalent.

Alur Pergerakan Barang

Alur pergerakan barang di pelabuhan peti kemas dapat diilustrasikan sebagai berikut:

  • Arrival at port limit: kedatangan kapal di area pelabuhan, menunggu sandar di dermaga,
  • Docking – unloading: kapal sandar di dermaga, menunggu proses bongkar  barang,
  • Berthing – stacking in container yard: proses pembongkaran barang sampai dengan penimbunan di container yard,
  • Custom clearance: proses penyelesaian kewajiban pabean (custom clearance) sampai dengan custom approval (SPPB),
  • Container handling – handover: pengurusan barang/container sampai dengan pembayaran biaya penimbunan (SP2/Tila),
  • Gate-out system: pengeluaran barang dari kawasan pelabuhan (TPS/TO),
  • Warehouse/bonded/CFS/Factory storage: Barang tiba di tempat importir/pemilik barang (gudang/pabrik/KB/GB) .

Container port dwelling time

Figure 1 Ilustrasi pergerakan barang di pelabuhan peti kemas

Dwelling Time adalah waktu berapa lama petikemas (barang impor) ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di pelabuhan sejak dibongkar dari kapal sampai dengan barang impor keluar dari TPS. Dwelling Time terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu Pre-Customs Clearance, Customs Clearance, dan Post-Customs Clearance. Dwelling time ini lah yang sempat menimbulkan kehebohan beberapa waktu yang lalu. Pemerintah telah menetapkan target dwelling time untuk pelabuhan Tanjung Priok sebesar 2.5 hari. Ini masih jauh tertinggal dari dwelling time di pelabuhan Singapura (1 hari), tetapi ini sudah jauh lebih baik dibandingkan kondisi Tanjung Priok sebelum nya (pernah mencapai 5 hari).

Peralatan Yang Digunakan

Peralatan-peralatan yang biasanya terdapat pada pelabuhan peti kemas adalah sebagai berikut:

  • Quay crane atau ship-to-shore crane atau gantry crane digunakan untuk memuat atau menurukan container dr kapal ke terminal. Ada dua tipe quay crane (QC) yaitu mobile harbor crane (mengunakan ban sehingga lebih flexible) dan rail-mounted gantry crane (menggunakan rel, tidak flexible, produktifitas lebih tinggi). Pada gambar dibawah ini panah kuning menunjukkan gerakan QC dalam menurunkan container.

quay crane

Figure 2 Diagram skematik Quay crane

  • Horizontal transport machines adalah kendaraan yang digunakan untuk memindahkan container dari quay crane ke tempat penyimpanan (storage area). Ada empat tipe kendaraan yang biasanya digunakan di terminal yaitu: truck trailer, straddle carrier, automated-guided vehicle dan multi trailer. Straddle carrier digolongkan sebagai kendaraan aktif (active vehicle) karena dapat mengangkat container dengan kemampuan sendiri, sedangkan tiga tipe kendaraan yang lain digolongkan sebagai kendaraan pasif karena membutuhkan alat lain untuk mengangkat container.

horizontal transport vehicle

Figure 3 Tipe-tipe horizontal transport machines (Source: Kemme, N., 2013)

  • Storage equipment adalah peralatan yang digunakan untuk menangani (meng-handle) container di tempat penyimpanan (storage area). Peralatan yang banyak digunakan adalah reach stacker, forklift dan yard crane.

storage equipment

Figure 4 Tipe-tipe storage equipment (Source: Kemme, N., 2013)

Iklan

Dermaga dan Pelabuhan

Pengertian Dermaga & Pelabuhan

Dermaga (dock, berth atau jetty) secara sederhana dapat di artikan sebagai sebuah struktur yang digunakan untuk tempat sandar atau menambatkan kapal.

Sedangkan Pelabuhan (port atau harbor) adalah suatu wilayah yang terdiri dari daratan dan perairan yang memiliki batas-batas tertentu yang di gunakan untuk kegiatan berlabuh kapal dan bongkar muat. Didalam pelabuhan bisa terdapat beberapa dermaga.

Pelabuhan biasanya terdiri dari:

  • Dermaga,
  • Kolam pelabuhan (harbor basin),
  • Fasilitas darat seperti tempat penumpukan, tempat menunggu dan naik turun penumpang dan/atau tempat bongkar muat barang.

Dermaga atau pelabuhan bisa terdapat di laut, sungai dan danau. Ada juga pelabuhan yang terdapat didarat (biasa disebut dry port).

Tipe-Tipe Dermaga

Dermaga dapat dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan bentuk strukturnya, antara lain sebagai berikut:

  • Quay wall / wharf adalah jenis dermaga yang biasanya sejajar dengan garis pantai (shoreline), dan terbuat dari dinding penahan tanah. Dermaga jenis ini bisa dibilang sebagai dermaga tipe menerus, yang artinya pada dermaga jenis ini kapal bisa bersandar dimanapun disepanjang struktur dermaga, tidak ada tempat khusus dimana kapal harus sandar. Jenis dermaga ini biasa nya digunakan pada lokasi yang memiliki kontur permukaan yang tidak landai (air dalam dapat ditemui didekat bibir pantai).
  • Dolphin adalah jenis dermaga yang terdiri dari beberapa struktur yang terpisah yang biasanya di hubungkan oleh jembatan penghubung (walkway). Pada dermaga jenis ini kapal hanya bisa bersandar pada suatu titik tertentu (tidak flexible). Dermaga jenis ini biasanya digunakan untuk kapal tanker (gas, oil dan chemical) yang memang memiliki manifold yang sudah fixed. Dermaga ini cocok untuk digunakan di lokasi dengan kontur permukaan yang landai (air dalam dapat ditemui cukup jauh dari bibir pantai). Biasanya dermaga jenis ini akan dihubungkan dengan daratan mengunakan jembatan penghubung (trestle atau causeway).
  • Deck on pile jetty adalah jenis dermaga menerus (seperti quay wall) hanya saja strukturnya terbuat dari sistem deck on pile. Jenis dermaga ini menjadi pilihan ketika air dalam hanya dapat ditemui cukup jauh dari bibir pantai, sehingga dermaga sistem quay wall menjadi tidak ekonomis. Karena dermaga tipe ini biasanya terletak cukup jauh dari daratan, dermaga dihubungkan dengan daratan mengunakan jembatan penghubung (trestle atau causeway).
  • Pontoon jetty adalah jenis dermaga yang mengunakan pontoon (struktur yang mengapung) sebagai tempat untuk sandar dan tambat kapal. Dermaga jenis ini tergolong dalam tipe dermaga menerus. Dermaga tipe ini biasanya digunakan untuk kapal kecil.

tipe dermaga

Figure 1 Tipe-tipe dermaga (Source: google)

Sedangkan berdasarkan buku ‘port designer handbook’ karangan Carl A. Thoresen, dermaga dapat digolongkan menjadi dua yaitu:

  • Quay adalah dermaga yang sejajar dengan garis pantai.
  • Pier adalah dermaga yang tegak lurus dengan garis pantai.

Kedua tipe dermaga tersebut dapat dibangun mengunakan sistem dermaga tertutup (solid berth) atau dermaga terbuka (open berth).

soild and open berth

Figure 2 Tipe-tipe dermaga berdasarkan Carl A. Thoresen

Tipe-Tipe Pelabuhan

Sedangkan, pelabuhan berdasarkan ‘Peraturan Pemerintah RI No.69 Tahun 2001 yang mengatur tentang pelabuhan dan fungsi serta penyelengaraannya’ dapat digolongkan menjadi:

  • Pelabuhan umum adalah pelabuhan yang dapat digunakan untuk kepentingan umum. Pelabuhan jenis ini harus dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
  • Pelabuhan khusus adalah pelabuhan yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan sendiri guna menunjang kegiatan-kegiatan tertentu (misalnya kegiatan penambangan). Pelabuhan jenis ini dapat digolongkan menjadi dua yaitu
    • Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) adalah terminal yang berada DIDALAM Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan/atau Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKp).
    • Terminal Khusus (Tersus atau Pelsus) adalah terminal yang terletak DILUAR Daerah Lingkungan Kerja  dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan .

Berdasarkan kargo atau muatan yang ditanganinya, pelabuhan dapat digolongkan menjadi beberapa kategori yaitu sebagai berikut:

  • Pelabuhan peti kemas,
  • Pelabuhan penumpang,
  • Pelabuhan minyak atau gas,
  • Pelabuhan dry bulk,
  • Pelabuhan liquid bulk.

Istilah-istilah yang berkaitan: pier, breasting dolphin, mooring dolphin, berth.

Berbagi ilmu tentang sektor maritime

Salah satu amal dari tiga amal yang pahala nya akan terus mengalir ketika seseorang telah meninggal adalah ‘ilmu yang bermanfaat‘.

Berawal dari situ saya ingin mulai berbagi sedikit ilmu yang saya miliki mengenai bidang maritime (bidang yang sekarang sedang saya geluti), terutama tentang bagaimana cara desain dermaga, dan segala hal yang berkaitan dengan proses desain tersebut.

Rencana nya sharing knowledge ini akan saya bagi menjadi bagian-bagian kecil sesuai dengan topik nya masing-masing, dan setiap topik yang sudah di publish akan menjadi live document yang akan  di update ketika ada sesuatu yang baru yang relevant dengan topik tersebut.

Topik-topik yang akan dibagi diantara nya sebagai berikut:

  • Penjelasan tentang segala istilah yang berkaitan dengan dermaga atau pelabuhan
  • Tipe-tipe dermaga
  • Penjelasan tentang tahapan dalam mendesain sebuah dermaga
  • Data-data yang diperlukan untuk mendesain dermaga
  • Penjelasan tentang bagaimana cara mendesain sebuah dermaga
  • Penjelasan tentang gaya-gaya yang bekerja pada dermaga
  •  dll ‘to be updated’

-Semoga bermanfaat-

Alvah Parker Tips for Bad Mood

http://www.sideroad.com/Self_Help/bad-mood.html

A bad mood can ruin your whole day! What techniques do you have to get over one? I recommend to clients that they create a list of ideas that they can draw on in difficult times. Here is an example of my list. What would be on your list?

1. Recall something or someone who makes you happy and daydream about it or him/her.

Maybe it is about someone you love or a special trip or place you have been or want to go. I love sitting by the ocean listening to music. Once several years ago my daughter and I spent several evenings at an outdoor cafe in Santorini watching the sun set over the water. The cafe owners provided wonderful classical music on their music system. It is a place I often return to in my daydreams.

2. Find something or someone you are grateful for and express your gratitude to yourself, to your journal and/or to the person or others.

What is it that makes a day special? Is it seeing a beautiful bird in your backyard, watching the sunset over the ocean, skiing down a mountain or getting a clean bill of health from your doctor? Look around a bit. Write about it in your journal or just remember it.

3. Focus on what you have been ignoring. When was the last time you read a great novel, sat by a fire in the fireplace or had the oil in your car changed? Find something you have been meaning to do and do it!

4. Stay in the present. Appreciate the mundane by focusing on the activities you do without thinking like eating, bathing, walking. Take notice of how good the water feels in the shower, how soft or hard the ground feels on your feet as you walk or just silently eat your meal and really taste it.

5. Get some exercise – go for a walk, ride your bike, jog etc.

I had a coach who used one of those big exercise balls to change her mood. Bouncing on the ball made her giggle and forget whatever it was that was bothering her.

6. Take a break and have a cup of tea. Sit quietly for 15 minutes. Keep your mind blank.

Often the silence is enough to change my mood. Sitting quietly keeping my mind off everything brings me back. I particularly like doing this and having a cup of hot tea in the winter.

7. Pick a piece of uplifting music and listen to it. Show tunes make me smile! How about you? What kind of music makes you happy?

8. Find your own special place to gather strength. Popular possibilities are sitting by the ocean/river/pond, visiting a mountain range, sitting or standing by a lovely garden.

In the summer the best place for me to change my mood is by the ocean. I love to watch the waves come in and out. Planting my garden also gives me a boost. I’ve been told that looking up at mountains does the same for some people. Create a space in your home or office that gives you strength.

9. Watch a young child play. See how engaged they are in the moment and in what they are doing. Join them . I recently hosted a dinner party for 6 adults and 2 children. The 17 month old loved the jar of bubble liquid that I had bought to entertain him. He giggled with delight as I blew bubbles for him. As he laughed and chased the bubbles I couldn’t help smile at his enthusiasm, happiness, and general contentment for the way things are.

10. Sing your favorite song with or without the radio or stereo on. Crowing worked for Mary Martin!

It is hard for me to imagine being sad when I am singing. . .

To be a good person is having many ways

Ingatlah saat kita masih kecil dan berada di sekolah dasar. Berseragam, melakukan upacara bendera, dan bermain bersama teman-teman. Tentunya setiap sekolah dasar memiliki program pendidikan beragam. Namun ambil sebuah generalisasi dari apa yang hampir setiap sekolah dasar ajarkan pada setiap muridnya.

“Menjadi orang yang baik”

Seringkali ibu guru saya menyuruh kami, anak didiknya untuk membuang sampah yang berceceran pada tempatnya, untuk selalu menghormati orang lain dan menyayangi sesama. Pelajaran PMP jaman dulu menjadi pelajaran favorit bagi siapa saja. Mengapa? Karena pertanyaan-pertanyaan ”ulangan”nya adalah mengenai bagaimana untuk menjadi orang yang baik, dan anak-anak seusia saya sangat bisa menjawab bagaimana cara menjadi orang baik.

 

Mudah bukan menjadi orang baik?

Namun ternyata seiring bertambahnya usia, menjadi baik ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Lihat saja dari koran-koran yang beredar, apa saja yang telah dilakukan oleh para remaja seusia SMP SMA. Berapa persen murid-murid yang mencontek ketika ujian? Berapa persen yang telah membolos dan berbohong?

Kita yang berada di sini, membaca koran tetang berita tawuran remaja lalu merasa miris melihat kondisi itu dan bergumam :

” Mengapa remaja jaman sekarang menjadi seperti itu?”

Kita yang sekarang menjadi siapapun : Karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan, kuliah di sebuah perguruan tinggi, kita yang berjejeran di busway atau kereta untuk berangkat atau pulang mencari sesuap nasi, kita yang menjajakan barang dagangan kita, menggeleng-gelengkan kepala. Menyalahkan bagaimana pendidikan di sebuah negara bernama Indonesia gagal menanamkan sebuah hal yang ditanamkan sejak sekolah dasar : “Bagaimana menjadi orang baik”

Kita menyalahkan siapa saja. Pemerintah, orang tua, dan guru-guru. Lalu akhirnya terdampar bergumam mengenai rusaknya generasi muda dan berputus asa atas semua kekecewaan itu, sudah parah dan tidak bisa terobati.

Ironi. Sementara banyak di antara kita yang menyerobot antrian panjang dengan alasan terburu-buru. Berapa banyak dari kita yang merokok di tempat umum dan tidak sadar bahwa hal itu menyesakkan paru-paru orang-orang di sebelah kita. Berapa persen dari kita yang mempersilakan para wanita tua dan hamil untuk duduk di sebuah bus yang penuh? Berapa persen dari kita yang sadar untuk membuang sampah di tempat sampah?

Lalu mari kita teliti lebih lanjut mulai dari kebaikan-kebaikan kecil.

Berapa persen dari kita yang mencuci tangan sebelum makan?

Berapa persen dari kita yang selalu tersenyum kepada semua orang yang kita kenal?

Ketika mengingat-ngingat masa sekolah dasar. Rasa-rasanya kebaikan itu mudah untuk dilakukan. Apakah dengan menjadi semakin tua, seseorang menjadi semakin “malu” untuk melakukan kebaikan yang dilakukan oleh anak-anak sekolah dasar?

Bukankah kebaikan itu dimulai dari hal kecil?

Tebarkan kebaikan.

Tularkan kebaikan.

Melalui hal-hal kecil dan bermakna.

Lalu jangan salahkan siapapun atas semua berita di koran itu.

Ketika jari telunjuk kita menunjuk seseorang, maka empat jari yang lain tertuju kepada diri kita sendiri.

Ya.. Itu adalah tanggung jawab kita semua. Pendidikan dan penanaman nilai budi pekerti para generasi muda ada di pundak kita. Setiap kita.

Bisakah kita membangun negeri ini menjadi negeri yang aman sentosa? Yang setiap generasi mudanya menghargai hidup yang telah Tuhan berikan kepada mereka lalu bercita-cita di hatinya :

“Aku akan menjadi orang yang baik, Tuhan…. “

Inilah Hasil Akhir Perolehan Suara Nasional Pemilu

Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menetapkan hasil perolehan suara nasional pemilu legislatif 9 April lalu. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary langsung membacakan perolehan suara nasional 44 partai peserta pemilu, menetapkan dan mengesahkannya.

“Hasil penghitungan suara pemilu DPR yang dilaksanakan sejak 26 April hinggal 9 Mei 2009 ditetapkan dan dinyatakan sah,” demikian Hafiz menetapkan hasil pemilu.

Hasil akhir, jumlah suara total 104.095.847 . Berikut adalah hasil keseluruhan perolehan suara 44 partai politik :

No Partai Politik Jumlah Suara Persentase
1 Demokrat (31) 21.703.137 20,85%
2 Golkar (23) 15.037.757 14,45%
3 PDIP (28) 14.600.091 14,03%
4 PKS (8) 8.206.955 7,88%
5 PAN (9) 6.254.580 6,01%
6 PPP (24) 5.533.214 5,32%
7 PKB (13) 5.146.122 4,94%
8 Gerindra (5) 4.646.406 4,46%
9 Hanura (1) 3.922.870 3,77%
10 PBB (27) 1.864.752 1,79%
11 PDS (25) 1.541.592 1,48%
12 PKNU (34) 1.527.593 1,47%
13 PKPB (2) 1.461.182 1,40%
14 PBR (29) 1.264.333 1,21%
15 PPRN (4) 1.260.794 1,21%
16 PKPI (7) 934.892 0,90%
17 PDP (16) 896.66 0,86%
18 Barnas (6) 761.086 0,73%
19 PPPI (3) 745.625 0,72%
20 PDK (20) 671.244 0,64%
21 RepublikaN (21) 630.78 0,61%
22 PPD (12) 550.581 0,53%
23 Patriot (30) 547.351 0,53%
24 PNBK (26) 468.696 0,45%
25 Kedaulatan (11) 437.121 0,42%
26 PMB (18) 414.75 0,40%
27 PPI (14) 414.043 0,40%
28 Pakar Pangan (17) 351.44 0,34%
29 Pelopor (22) 342.914 0,33%
30 PKDI (32) 324.553 0,31%
31 PIS (33) 320.665 0,31%
32 PNI M (15) 316.752 0,30%
33 Partai Buruh (44) 265.203 0,25%
34 PPIB (10) 197.371 0,19%
35 PPNUI (42) 142.841 0,14%
36 PSI (43) 140.551 0,14%
37 PPDI (19) 137.727 0,13%
38 Merdeka (41) 111.623 0,11%
39 PDA (36) 0 0,00%
40 Partai SIRA (37) 0 0,00%
41 PRA (38) 0 0,00%
42 Partai Aceh (39) 0 0,00%
43 PBA (40) 0 0,00%
44 PAAS (35) 0 0,00%
Jumlah 104.095.847 100%

Sedangkan untuk hasil pemilu di Taiwan adalah sebagai berikut:

Urutan Partai % Suara Suara penuh Suara sisa Jumlah Suara terbanyak
1 PDIP 25.10% 1 kursi 1 kursi 2 kursi caleg no 1 dan 2
2 PD 23.08% 1 kursi 1 kursi 2 kursi caleg no 1 dan 2
3 PG 14.78% 1 kursi 1 kursi caleg no 1
4 PKB 7.60% 0 kursi 1 kursi 1 kursi caleg no 1
5 PKS 5.73% 0 kursi 1 kursi 1 kursi caleg no 1

Islam di Mata Dua Raja Jawa

Bagaimana kita membaca Wedhatama dan Wulangreh dalam konteks kekinian? Mungkin kita akan dengan mudah mengatakan bahwa pengarang Wedhatama, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkunegoro IV terasa sinis saat membicarakan agama Islam. Sementara pengarang Wulangreh, yakni Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Pakubuwono IV terasa lebih bisa menerima ajaran agama Islam. Tapi, apakah sesederhana itu?

Kalau kita baca Wedhatama karya Mangkunegoro IV, yang diterjemahkan kembali oleh Fatchurrohman (Jakarta: WWS, 2003), terbaca bahwa Mangkunegoro IV memberi pelajaran kepada anak-anaknya bahwa sebaiknya yang dijadikan panutan itu Panembahan Senopati (Raja Mataram yang pertama) dan bukan Nabi Muhammad SAW.

Hal ini terbaca pada bagian berikut ini: Nuladha laku utama, tumraping wong tanah Jawi, wong Agung ing Ngeksiganda, panembahan Senapati, kapati amarsudi, sudaning hawa lan nepsu, pinesu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, amemangun karyenak tyasing sasama (Teladanilah sikap terpuji tokoh besar dari Mataram, Panembahan Senapati. Ia telah berupaya sepenuh hati demi terkendalinya hawa nafsu. Rajin bertapa, baik siang maupun malam, guna menciptakan ketenteraman batin sesama makhluk). Lanjutkan membaca “Islam di Mata Dua Raja Jawa”

A Father’s Amazing Love

I found very inspirational video from youtube, this video is talking about a father love.

A son asked his father, “Dad, will you take part in a marathon with me?” The father who despite having a heart condition, said, “Yes”.

They went on to complete the marathon together. Father and son went on to join other marathons, the father always saying, “Yes” to his son’s request of going through the race together.

One day, the son asked his father, ‘Dad, let us join the Ironman together; to which his father said, “Yes”, too.

For those who don’t know, Ironman is the toughest triathlon ever. The race consists of three endurance events of a 2.4 miles (3.86 kilometers) ocean swim followed by a 112 miles (180.2 kilometers) bike ride and ending with a 26.2 miles (42.195 kilometers) marathon along the coast of the Big Island.

Father and son went on to complete the race together.

and


Tersinggunglah!

Ada tulisan mernarik yang saya dapat dari kompas.com edisi 8 mei 2009 tentang penggunaan bahasa Indonesia yang mulai tersingkir oleh bahasa Inggris. Artikelnya adalah sebagai berikut:

Seorang kawan yang baru lulus kuliah ditolak di mana-mana ketika melamar pekerjaan. Kesalahannya cuma satu, Ia terlalu bangga memakai bahasa Indonesia.

TIDAK seperti kebanyakan pelamar lain yang berfoya-foya dalam bahasa Inggris, kawan tadi memakai bahasa Indonesia dalam surat lamarannya. Jumlah alasannya memakai bahasa Indonesia pun sama dengan kesalahannya itu, cuma satu, yakni, ia melamar pada perusahaan yang ada di Indonesia, yang masyarakat, rekan kerja, dan pimpinannya berbahasa Indonesia. Perusahaan yang pekerjaanya bisa dikerjakan dalam bahasa Indonesia. Sialnya, kawan tadi lupa, kalau perusahaan di Indonesia merasa hebat ketika berhasil mengaudisi karyawannya dalam bahasa Inggris. Biar sedikit intelek, bro! Lanjutkan membaca “Tersinggunglah!”