September 2008


Ga kerasa ramadhan tahun ini sudah lewat..tahun ini adalah ramadhan yang sangat istemewa karena saya melewatinya di dua negara berbeda Indonesia (10 hari pertama) dan Taiwan (20 hari terakhir)…suka dukanya puasa di negeri yang orang muslim bukan mayoritas membuat ramadhan kali ini begitu berkesan..buka bareng di masjid besar (bareng orang-orang dari negara lain), sahur bareng ma temen2 Indonesia di dormitory, nyoba makanan baru yg kadang rasanya aneh, dan yang paling susah adalah “nahan mata” (aduh..serba salah disini,klo ngeliat dosa ga ngeliat ga bakal bisa jalan)-ngerti lah ya maksudnya apa-…

Penentuan akhir puasa disini pun sedikit menarik..baru ada keputusan kalo lebaran jatuh hari selasa tanggal 30 september 2008 sekitar tengah malam jam 1.00 waktu taipe,mungkin itu disebabkan mereka (pengurus masjid besar) mengunggu pengumuman lebaran dari pemerintah arab saudi. Jadi di Taipe lebarannya mengikuti arab saudi..Ternyata ga semua sodara-sodara muslim Taiwan merayakan idul fitri hari selasa, sodara-sodara muslim yang ada di Taiwan selatan ada yang merayakan lebarannya hari rabu.

Kebetulan sekali hari selasa saya tidak ada kuliah, jadi bisa salat idul fitri berjamaah di masjid besar. Tidak semua temen-temen bisa ikut solat berjamaah, karena ada yang kuliah pagi. Solat Id dimulai jam 8.30 waktu taipe, sebelum solat ada ceramah dalam bahasa cina. Jam 8.30 tepat, solat idul fitri 1429 H dimulai. Ada yang berbeda dengan salat Idul fitri di Indonesia, kalo di Indonesia salat Id rokaat pertama diawali dengan takbir 7x dan dirakaat kedua diawali dengan takbir 5x. di Taipe rakaat pertama diawali takbir 5x, di rokaat ke dua sebelum rukuk baru takbir 5x lagi (ada yg bisa ngasih info tentang ini??apa emang ada 2 jenis solat idul fitri ya??)…

Setelah solat Id dilanjutkan dengan ceramah yang kali ini menggunakan bahasa arab. Setelah ceramah selesai dilanjutkan dengan salam-salaman, foto-foto, ngobrol-ngobrol, dan tentunya makan-makan..

ini foto-foto  solat Id di masjid besar

 

SELAMAT IDUL FITRI1429H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Halal ato haram??…itu mungkin pertanyaan pertama klo kita ingin membeli ato memakan suatu makanan di Taiwan. Kalo di Indonesia kata haram identik dengan daging babi, daging anjing, minuman alkohol. Lalu bagaimana dengan daging ayam ato daging sapi?apakah dipotong dengan menyebut nama ALLAH??

Kalo di Indonesia mungkin masalah memotong dengan menyebut nama ALLAH tidak terlalu masalah, karena di Indonesia ada badan yang mengontrolnya. Jadi kita hanya tinggal menjauhi daging babi, daging anjing dan minuman beralkohol, yang tentunya bisa dengan mudah kita bedakan karena pasti ada tulisannya.

Nah hal mengenai halal ato haram makanan di Taiwan agak sedikit sulit. setidaknya ada beberapa pengertian halal menurut teman-teman Indonesia di sini, yaitu:

  1. Ada yang berpendapat semua daging babi, anjing, serta ayam dan sapi yang dipotong tidak menyebut nama ALLAH adalah haram. Memakan makanan dari tempat makan yang menjual daging babi atau anjing juga haram, karena dikhawatirkan digunakan minyak ato tempat masak yang sama. Nah untuk orang yang sependapat dengan golongan ini mungkin solusi satu satunya adalah memakan makanan vegetarian. Nah kalo ternyata kantin tempat menjual makanan vegetarian tutup bagaimana??Ato tidak kuat kalo tiap hari makan sayur??
  2. Yang lain berpendapat bahwa semua daging babi, anjing, serta ayam dan sapi yang dipotong tidak menyebut nama ALLAH adalah haram, namun berpendapat bahwa makan ditempat makan yang menjual daging babi ato anjing tidak haram. Jadi solusi untuk golongan ini adalah memakan makanan ikan, telur atau sayur. Permasalahannya adalah, apakah yakin tidak ada kontaminasi dari makanan haram??
  3. Pendapat lain adalah semua daging babi dan anjing adalah haram, namun ayam dan sapi (tidak peduli cara memotongnya) adalah halal dan makan ditempat makan yang menjual daging babi ato anjing tidak haram. Solusi makanan untuk golongan ini sedikit lebih banyak. Namun bukankah di Al Quran (QS 2:173) jelas disebutkan bahwa daging yang disembelih tidak menyebutkan nama ALLAH adalah haram??

Untuk membedakan makanan yang mengandung daging babi ato anjing, disini sangat sulit sekali karena tidak ada tulisannya atau tidak mengerti tulisannya. Tidak seperti di Indonesia yang pasti ada tulisan halal ato engga nya.

Jadi kembali kepada pengertian haram dan halal menurut pendapat pribadi masing-masing….

Ngomong-ngomong soal makan malam, diNTUST ternyata sulit sekali menemukan tempat makan yang masih buka tengah malam. Tidak seperti di Indonesia, yang kalo tengah malam laper masih ada tukang nasi goreng keliling atau pun kalo sudah tidak ada yang lewat depan rumah, kita bisa jalan sedikit untuk menemukan tempat makan yang masih buka dipinggir jalan.

Nah di NTUST kalo tengah malam kita kelaparan, untuk menemukan makanan halal hampir tidak mungkin. Kalo pun mau makan ya paling cuma makan roti yang bisa dibeli di “7-eleven” (toko 24 jam kaya “circle K” di Indonesia). Sebenernya di dormitory kita bisa beli mie di mesin, cuma ya ga tau kehalalan nya.

Nah kalo udah kelaparan tengah malem gitu..jadi rindu masakan indonesia, rindu nasi goreng mawut di balubur..rindu soto ayam…rindu masakan padang….

Hari kamis tanggal 18 september kemarin, kursus bahasa cina untuk mahasiswa baru NTUST dimulai  Kelas dimulai dari jam 18.30 – 21.30, jadi tidak mungkin pergi ke masjid untuk buka puasa bareng.

Pelajaran hari itu dimulai dengan perkenalan nada dan pinyin (aksara cina yang ditulis dengan huruf alfabet). Ternyata nada pengucapan suatu kata dalam bahasa cina ada 4 nada, yang kalo salah ngucapin bakal beda artinya. Untuk orang Indonesia yang hanya mengenal 1 nada mungkin agak sedikit kesulitan. Setelah bersusah payah mencoba mengucapkan 4 nada itu, pelajaran dilanjutkan dengan pengenalan pinyin. Nah ternyata pelajaran pinyin ini sangat susah..ejaan untuk tiap huruf ternyata berbeda dengan ejaan yang biasa kita pake, misal huruf “d” dalam bahasa cina di eja “te”. Selain beda cara membaca, ada juga beberapa karakter yang untuk orang indonesia pasti sangat sulit untuk dilafalkan, saya malah tidak bisa membedakan pelafalan beberapa karakter tersebut.

Beberapa kata yang dipelajari dalam kursus mandari pertama:

Ni hao! : Halo!

Ni hao ma? : apa kabar?

Xie xie : terima kasih

dui pu qi : Maaf

Lao Tse : guru

Wo ai ni : saya cinta kamu

Wo hen ni : saya benci kamu

sisanya lupa euy…

Baru 11 hari disini tapi sudah kangen ma suasana di Indonesia (khususnya di ITB). Jadi, semuanya pasti selalu dibandingin sama di ITB, kaya cara kuliah lah, perilaku dosen lah, atau yang laennya.
Nah setelah diamati ternyata ada sedikit kesamaan antara ITB dan NTUST, yaitu sama-sama tempat hidup 2 jenis hewan. Kalo di ITB kita bakal mudah menjumpai burung koak dan kuda (yang kotorannya bisa jadi ranjau darat atau ranjau udara), nah di NTUST kita juga bisa dengan mudah melihat tupai yang sedang bermain di pohon-pohon ditambah dengan anjing (baik itu anjing penjaga ataupun anjing peliharaan mahasiswa).

nb: anjing disini bagus-bagus euy..bentuknya lucu-lucu, kadang dikasih pakean, sering banget ngeliat anjing dibawa jalan-jalan ato dibawa makan ke restoran…seandainya saya tidak trauma ma anjing mungkin akan jauh lebih menyenangkan…