January 2009


Jalan Raya Pos (De Grote Postweg ) adalah jalan yang terbentang dari Anyer sampai Panarukan yang panjangnya kurang lebih 1000 km. Dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda Herman Willem Daendels (1762-1818). Dengan tangan besinya jalan itu diselesaikan hanya dalam waktu setahun saja (1808). Sumber Inggris melaporkan seluruh korban yang tewas akibat pembangunan Jalan raya Pos sebanyak 12.000 orang. Itu yang tercatat, diyakini jumlah korban lebih dari itu. Tak pernah ada komisi resmi yang menyelidiki.

Daendels, marsekal yang diangkat menjadi Gubernur Jenderal di Hindia Belanda oleh Napoleon (saat itu sedang menguasai Belanda), bertujuan untuk antisipasi serangan angkatan laut Inggris, yang saat itu telah memblokade Pulau Jawa. Tahun 1808, Daendels tiba di Anyer, setelah melalui perjalanan panjang melalui Cadiz di Spanyol Selatan, Kepulauan Kanari, menggunakan kapal berbendera Amerika dari New York.

daendelsveer

Ketika baru saja menginjakkan kakinya di Pulau Jawa, Daendels berangan-angan untuk membangun jalur transportasi sepanjang pulau Jawa guna mempertahankan Jawa dari serangan Inggris. Angan-angan Daendels untuk membangun jalan yang membentang antara Pantai Anyer hingga Panarukan, direalisasikannya dengan mewajibkan setiap penguasa pribumi lokal untuk memobilisasi rakyat, dengan target pembuatan jalan sekian kilometer. Yang gagal, termasuk para pekerjanya, dibunuh. Kepala mereka digantung di pucuk-pucuk pepohonan di kiri-kanan ruas jalan.

Jalan Raya Pos menghubungkan kota-kota berikut: Anyer- Serang- Tangerang- Jakarta- Bogor- Sukabumi- Cianjur- Bandung- Sumedang- Cirebon- Brebes- Tegal- Pemalang- Pekalongan- Kendal- Semarang- Demak- Kudus- Rembang- Tuban- Gresik- Surabaya- Sidoarjo- Pasuruan- Probolinggo- Panarukan.

peta-jawa-unsoed-11

Sebagian jalur Jalan Raya Pos (De Grote Postweg ) yang dibangun oleh Daendels merupakan bagian dari jalan desa yang dirintis dan ditempuh pasukan Sultan Agung saat menyerang Batavia tahun 1628 dan 1630.

Sampai di kota Sumedang pembangunan jalan harus melalui daerah yang sangat berat ditembus, di daerah Ciherang Sumedang, yang kini dikenal dengan nama Cadas Pangeran. Di sini para pekerja paksa harus memotong pegunungan dengan peralatan sederhana, seperti kampak, dan lain-lain. Dengan medan yang demikian beratnya untuk pertama kalinya ada angka jumlah korban yang jatuh mencapai 5000 orang. Penguasa daerah Sumedang pada saat itu Pangeran Kusumadinata IX (1791-1828 ) yang lebih populer dengan sebutan Pangeran Kornel memprotes Daendels atas kesemena-menaan dalam pembangunan jalan itu dengan jalan membalas jabat tangan Daendels dengan tangan kiri.

cadas_pangeran

Ketika pembangunan jalan sampai di daerah Semarang, Daendels mencoba menghubungkan Semarang dengan Demak. Kembali medan yang sulit menghadang. Bukan hanya karena tanahnya tertutup oleh rawa-rawa pantai, juga karena sebagian daripadanya adalah laut pedalaman atau teluk-teluk dangkal. Untuk itu kerja pengerukan rawa menjadi hal utama. Walau angka-angka korban di daerah ini tidak pernah dilaporkan, mudah diduga betapa banyak para pekerja paksa yang kelelahan dan kelaparan itu menjadi korban malaria.

Bersamaan dengan saat pembangunan jalan raya, Daendels juga mendirikan jasa pos dan telegraf, sehingga dikenalah juga jalan ini sebagai Jalan Raya Pos (De Groote Postweg). Digunakan sejak tahun 1809, jalan yang niatannya dibangun untuk tujuan militer ini, akhirnya berkembang menjadi prasarana perhubungan yang sangat penting di Pulau Jawa.

Jalan ini telah menjadi saksi bisu lalu lintas berbagai barang komoditas yang diangkut melintasinya sejak masa penjajahan hingga sekarang. Kini, diusianya yang ke 200 tahun, Jalan Raya Pos telah berperan sebagai salah satu urat nadi utama perekonominan Indonesia, khususnya di Pulau Jawa

Setiap jarak 30-40km terdapat Gardu Pos untuk menggantikan kuda yang membawa Kereta-Pos. Lama-kelamaan disekitar gardu Pos terbentuk Desa atau kota. Dulu sebetulnya hanya tempat kandang kuda kereta pos. Sehingga pengiriman Pos terus berjalan sampai ditujuan. Sekarang jika diperhatikan jarak antara tiap kota sepanjang Pantura sekitar 30-40km.

grotepostweg1900

poentjakpostweg

Advertisements

ini adalah trik agar mozilla firefox menjadi 2x kali lebih cepat kinerjanya..lumayan loading akan lebih cepat.. (sekali lagi bukan mempercepat internetnya).

ikuti cara dibawah ini :

1. buka browser firefox nya… di address bar nya ketik about:config

1

2. di filter search bar ketik network.http.pipelining (agar ga salah ketik mending co-pas aja) pastikan value field drubah menjadi true,double-click agar true.

2

3. kembali lagi ke filter search bar dan ketik network.http.pipelining.maxrequests. Double-click trus rubah dari awalnya 4 menjadi 8.

4. balik lagi ke filter search bar dan ketik network.http.proxy.pipelining rubah dari status false menjadi tru dengan cara klik ganda

5. ketik network.dns.disableIPv6 di filter search bar dan set menjadi true dari nilai awal false

6. klik kanan (kalo di mac os ctrl-click) di dalam body browser, trus klik kanan pilih New kemudian Boolean dari the pop-up menu. kemudian:

A. masukan content.interrupt.parsing pada New boolean value pop-up window dan click OK

B. pilih true saat menanyakan nilainya

6a

sudah dicoba dan hasilnya lumayan jadi lebih cepet..ga percaya??coba aja sendiri…

sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=880968

Dalam sebuah film dokumenter di Metro Tv berjudul “SECRET OPERATION (OPERASI A : SANDI GANYANG MALAYSIA)” yang tayang tanggal 16-1-2009 ada satu hal menarik yang diungkapkan tentang kemerdekaan Singapura.

Setelah perang dunia ke-2 berakhir daerah semenanjung malaka (Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam sekarang) dikuasai oleh Inggris. Ketika itu presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno menentang rencana Inggris yang akan mendirikan negara federasi Malaysia yg terdiri dari Malaya, Serawak, Sabah, Kalimantan Utara, Singapura dan Brunei. Karena Ir. Soekarno  berpendapat bahwa Malaysia hanya sebuah boneka Inggris, dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Inggris di kawasan ini, sehingga mengancam kemerdekaan Indonesia dan berusaha menekan Indonesia yang saat itu menjadi pelopor “New Emerging Forces”.

Presiden Soekarno saat itu dalam pidatonya di atas podium rakyat mengatakan :
“Saya saat ini mempunyai 21 juta sukarelawan yg siap menyerbu wilayah Kalimantan Utara (Malaysia)
ada 10 serdadu malaysia masuk wilayah RI, maka 100 sukarelawan akan masuk Kalimantan Utara
ada 1000 serdadu Malaysia masuk wilayah RI, maka 10.000 sukarelawan akan masuk Kalimantan Utara”

Film dokumenter itu bercerita tentang perjuangan korps komando angkatan laut Indonesia KKO dengan julukannya “Hantu Laut”  atau yang saat ini disebut Marinir ketika masa konfrontasi dengan negara-negara bekas jajahan Inggris dulu seperti Malaysia dan Singapura. Dua orang anggota KKO  melakukan infiltrasi ke Singapura dan berhasil meledakkan Gedung The Mac Donald House yang menjadi simbol hegemoni Inggris di Asia Tenggara waktu itu. Namun sayangnya kedua orang anggota KKO tersebut ( Serda mar Janatin dan Kopral mar Harun) tertangkap dan dihukum gantung di Singapura.

Secara diam-diam rencana penyerangan Indonesia ke Singapura itu mendapat dukungan dari para aktifis kemerdekaan Singapura yaitu pejabat teras People Action Party (PAP) yang menginginkan negerinya merdeka, yang salah satu tokohnya adalah Lee Kuan Yu. Mereka lalu mengatur kesepakatan dengan Indonesia dan mendukung operasi intelijen marinir serta rencana penyerangan besar-besaran oleh pasukan Indonesia, tujuannya agar inggris cepat-cepat angkat kaki dari negara mereka. Karena prajurit Inggris yang sudah jenuh atau mungkin trauma dengan perang dunia ke-2 memilih untuk pulang ke negaranya daripada harus berperang lagi dengan Indonesia. dan akhirnya Inggris pun memilih meninggalkan Singapura dan memberikan kemerdekaannya pada mereka, dan Indonesia pun tidak jadi menyerang.

Dalam Film dokumenter itu, Pitut Suharto seorang mantan Konsulat Jenderal RI pertama di Singapura yg juga ditugaskan memata-matai Singapura saat itu, menjelaskan arti dari bendera Singapura waktu baru merdeka (entah sekarang mungkin sudah ada arti lainnya lagi, tapi inilah inspirasi pertama mereka dulu waktu baru merdeka)

singapore_flagARTI BENDERA ITU AWALNYA ADALAH :

1. Merah Putih
karena menghargai Indonesia yg telah berjasa mempercepat kemerdekaan mereka, maka Singapura terinspirasi mengambil dasar warna bendera kita yaitu : merah putih sebagai tanda bahwa mereka berada ditengah2 Indonesia.
Kini warna merah tsb diartikan sbg persaudaraan dan kesamaan segala manusia sementara warna putih nya sbg kesucian dan kebaikan.

2. Bintang 5
ditambahkan bintang 5 biji dipojok atas itu adalah pengadopsian dari Pancasila yg mempunyai 5 Sila, krn waktu itu Singapura belum memiliki dasar atau falsafah negara.
Kelak setelah mereka kini telah mempunyai falsafah negara, kemudian arti 5 bintang itu adalah : demokrasi, keamanan, kemajuan, keadilan dan kesaksamaan (democracy, peace, progress, equality and justice)

3. Bulan Sabit
lambang bulan sabit itu adalah sebagai tanda bahwa Singapura sangat menghargai bahwa mereka hidup ditengah2 masyarakat yg mayoritas muslim. belakangan kemudian bulan sabit itu juga diartikan sbg sebuah negara muda yang sedang maju

Dalam konfrontasi ini pihak Indonesia kehilangan sebanyak 168 orang yang gugur dan 520 orang yang ditawan. Masih banyak dari mereka yang jasadnya masih belum dipulangkan ke Indonesia.

Untuk video nya bisa dilihat di:

Part 1

Part 2

Part 3

nb: Menurut Sejarah Melayu, nama Singapura diberikan oleh Sang Nila Utama, pangeran Melayu dari Palembang pada awal abad ke 14. Ketika Sang Nila Utama berlayar di laut, terjadi badai dan angin kencang yang mengakibatkan perahunya terdampar di sebuah pulau. Saat di pulau, Sang Nila Utama melihat seekor binatang yang menyerupai singa. Oleh karena itu, pulau tersebut dinamakan Singapura.

sumber: http://www.kaskus.us