Dwi Yanto mahasiswa baru Geodesi dan Geomatika ITB tewas ketika mengikuti ospek di daerah Gunung Batu Bandung. Penyebab tewasnya Dwi sendiri sampai saat ini masih diselidiki pihak kepolisian. Banyak rumor yang beredar diantara para mahasiswa ITB penyebab kematian Dwi, diantaranya karena serangan jantung, Overdosis Panadol, kelelahan, dll. Itu semua masih rumor yang belum terbukti kebenarannya, karena itu masih menunggu penjelasan pihak berwenang untuk penyebab kematiannya.

Untuk para mahasiswa dan alumni ITB kata OSPEK / OS / MPAB/ Kaderisasi mungkin sudah sering mereka dengar, dan pasti mereka sudah pernah merasakannya sendiri. Untuk para alumni-alumni tua mungkin OS jaman mereka sungguh liar dan brutal, namun sejak beberapa tahun yang lalu sebenarnya OSPEK sudah dilarang di ITB. Kalaupun ada kegiatan itu hanya satu hari dan diadakan didalam kampus, itu sangat berbeda sekali dari OSPEK tahun-tahun yang lalu dimana OSPEK bisa sampai satu tahun dan bisanya intensif dan pelantikannya diadakan di luar kampus.

Banyak tanggapan beragam dari para mahasiswa dan para alumni mengenai penting atau tidaknya diadakan OSPEK. Ada yang pro dan ada juga yang kontra. Dari pandangan saya pribadi yang pernah merasakan OSPEK selama beberapa bulan ditambah dengan intensif beberapa hari. Banyak hal berguna yang bisa ditarik dari OSPEK, seperti meningkatnya rasa percaya diri, manajemen waktu, pantang menyerah, kebersamaan, kenal angkatan-angkatan atas, dekat dengan angkatan sendiri, dll. Namun memang ada beberapa hal yang harus diubah atau malah harus dihilangkan dari “cara pelaksanaan” kegiatan OSPEK tersebut. Namun inti dari kegiatan kaderisasi itu sangat penting bagi para mahasiswa baru tersebut, namun harus dikemas dengan baik agar maksud dan tujuan dari kegiatan kaderisasi tersebut bisa tercapai tanpa ada kegiatan  yang bersifat perpeloncoan atau balas dendam senior dan tentunya tanpa kekerasan. Karena kegiatan kaderisasi adalah kegiatan yang wajib ada untuk setiap organisasi dengan masa mengalir seperti himpunan-himpunan di ITB. Tanpa adanya kaderisasi maka bisa dipastikan organisasi tersebut akan kehabisan anggota dan akhirnya akan hilang.

Untuk informasi tambahan dari pihak IMG silahkan baca dibawah ini (didapat dari milis alumni)

Posted by: *
Mon Feb 9, 2009 1:06 am (PST)

Dari forum sebelah:

Dod, ini kesaksian adik kelas ku yg malam itu ada di Lokasi:

Kaderisasi IMG sekarang namanya PPAB (Proses Penerimaan Anggota Baru).

PPAB ini sudah sama sekali berbeda dengan OSPEK sebelumnya. Sudah tidak
ada lagi kontak fisik,

bahkan tidak ada fisik sama sekali, seperti push up, scout-jump, jalan
jongkok, dll.

Perlu diketahui juga, (seperti yang dibahas di milis IMG), malam sebelum
pelantikan ini diselenggarakan rapat sosialisasi di IMG. Beberapa alumni juga ikut
hadir. Oleh karena bentuk kaderisasi yang sudah berubah (terdistorsi) dan akhirnya disepakati bahwa pelatikan PPAB 07 bisa dilaksanakan tanpa ada panggilan KAMERAD.
KIta juga menyadari bahwa jaman sudah berubah. Dan OS “Keras” barangkali
sudah tidak cocok lagi utkditerapkan. Perlu dicari konsep kaderisasi baru. Utk itu pada pertemuan itu, disepakati juga bahwakedepannya IMG harus memikirkan metoda kaderisasi baru, yang sesuai dengan jaman mereka. Konsep tersebut akan dikritisi di milis IMG. Apabila akhirnya sudah disepakati konsep baru tersebut, IMG dapat menggunakan lagi panggilan KAMERAD, apabila mau.
Hal tersebut dilakukan, utk membuat mahasiswa sekarang berpikir utk
menentukan sendiri konsep kaderisasi. Alumni akan membantu “share” konsep lama OS supaya mereka pun tau esensi OS dan tau mau merubah apa. Dengan demikian diharapkan kedepannya memang tercipta konsep kaderisasi yang baik.
Besoknya, saya dan beberapa teman alumni hadir di acara pelantikan PPAB
IMG dengan hanya melihat-lihat dan mengamati sekalian pengen kumpul2 dan reuni. Tidak ada intervensi dari alumni ke acara panitia.
Dari pengamatan saya dan teman2 malam itu, PPAB memang sudah tidak keras
lagi. Saya saksikan tidak ada itu yang namanya push up, sit up, jalan jongkok, dan lain2nya.

Kegiatannya mobilisasi dari pos ke pos, baris berbaris sambilkan menyanyikan lagu.
Saya dan teman2 alumni datang pas malam, sekitar jam 10an. Disana saya
dengar Wisnu sudah dipisahkan dari teman2 nya dan ditempatkan di kelas. Kami waktu itu lgs menuju pasukan elit (begitu istilah kami dahulu).
Sampai suatu saat datanglah panitia memberitakan wisnu sudah ingin
mundur dan panitia ingin mambawa beberapa temannya utk memotivasi. jadi akhirnya saya dan beberapa teman ikut datang juga melihat kondisinya. Wisnu mengeluh kakinya kram dan kesemutan dan susah utk berjalan.
Akhirnya wisnu tidak bisa dimotivasi lagi, panitia memutuskan
mengevakuasi Wisnu utk dibawa pulang.
Saya kembali ke tim elit, beberapa saat kemudian kami mendengar Wisnu
dalam keadaan kritis dan dibawa ke rumah sakit.
Acara pelantikan sudah mau dimulai, kami mengikuti mobilisasi tim elit
ke tempat acara akhir. Diperjalanan, kami mendengar bahwa Alm. Wisnu
sudah meninggal.
Setelah itu Ketua IMG melaporkan kejadian ini ke Pak Wed dan Pihak
Keluarga. Beberapa jam kemudian datang pak Wed dan dosen lain, pihak
keluarga, pak widyo beserta orang2 rektorat.
Dari sana, kami mendapat informasi bahwa jenazah langsung dibawa ke
bekasi dan tidak ada otopsi.
PAda PPAB 07 ini, seperti juga acara2 kaderisasi tahun-tahun sebelumnya,
panitia sudah melakukan cek kesehatan sebelum dibawa ke lapangan. acara dilapangan didampingi tim kesehatan dari AMP (FKU Unpad). Evakuasi Wisnu didampingi tim medis IMG dan tim medis dari AMP.
Demikian, sedikit cerita dari saya. Kronologis lebih jelas sedang
disiapkan IMG.

Regards,

Sebaiknya jangan dulu men-judge salah satu pihak, siapa yang salah. Sebaiknya diserahkan kepada pihak yang berwenang, karena mungkin saja ini adalah murni musibah dan bukan kelalaian dari satu pihak saja. Kalaupun memang ada yang bersalah berilah hukuman yang sepantasnya. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak yang terkait (Semua himpunan di ITB dan Pihak Rektorat).