Islam


Bagaimana kita membaca Wedhatama dan Wulangreh dalam konteks kekinian? Mungkin kita akan dengan mudah mengatakan bahwa pengarang Wedhatama, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkunegoro IV terasa sinis saat membicarakan agama Islam. Sementara pengarang Wulangreh, yakni Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Pakubuwono IV terasa lebih bisa menerima ajaran agama Islam. Tapi, apakah sesederhana itu?

Kalau kita baca Wedhatama karya Mangkunegoro IV, yang diterjemahkan kembali oleh Fatchurrohman (Jakarta: WWS, 2003), terbaca bahwa Mangkunegoro IV memberi pelajaran kepada anak-anaknya bahwa sebaiknya yang dijadikan panutan itu Panembahan Senopati (Raja Mataram yang pertama) dan bukan Nabi Muhammad SAW.

Hal ini terbaca pada bagian berikut ini: Nuladha laku utama, tumraping wong tanah Jawi, wong Agung ing Ngeksiganda, panembahan Senapati, kapati amarsudi, sudaning hawa lan nepsu, pinesu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, amemangun karyenak tyasing sasama (Teladanilah sikap terpuji tokoh besar dari Mataram, Panembahan Senapati. Ia telah berupaya sepenuh hati demi terkendalinya hawa nafsu. Rajin bertapa, baik siang maupun malam, guna menciptakan ketenteraman batin sesama makhluk). (more…)

oleh Irfan Anshory

Sampai awal abad ke-20 kalender Hijriah masih dipakai oleh kerajaan-kerajaan di Nusantara. Bahkan Raja Karangasem, Ratu Agung Ngurah yang beragama Hindu, dalam surat-suratnya kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Otto van Rees y ang beragama Nasrani, masih menggunakan tarikh 1313 Hijriah (1894 Masehi).

Kalender Masehi baru secara resmi dipakai di seluruh Indonesia mulai tahun 1910 dengan berlakunya Wet op het Nederlandsch Onderdaanschap, hukum yang menyeragamkan seluruh rakyat Hindia Belanda.

Jenis kalender

Ada tiga jenis kalender yang dipakai umat manusia penghuni planet ini.

Pertama, kalender solar (syamsiyah, berdasarkan matahari), yang waktu satu tahunnya adalah lamanya bumi mengelilingi matahari yaitu 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik atau 365,2422 hari.

Kedua, kalender lunar (qamariyah, berdasarkan bulan), yang waktu satu tahunnya adalah dua belas kali lamanya bulan mengelilingi bumi, yaitu 29 hari 12 jam 44 menit 3 detik (29,5306 hari = 1 bulan) dikalikan dua belas, menjadi 354 hari 8 jam 48 menit 34 detik atau 354,3672 hari.

Ketiga, kalender lunisolar, yaitu kalender lunar yang disesuaikan dengan matahari. Oleh karena kalender lunar dalam setahun 11 hari lebih cepat dari kalender solar, maka kalender lunisolar memiliki bulan interkalasi (bulan tambahan, bulan ke-13) setiap tiga tahun, agar kembali sesuai dengan perjalanan matahari. (more…)

Ternyata ga hanya saya saja yang ngerasa aneh tentang solat idul fitri di taiwan milis mahasiswa islam indonesia taiwan pun ramai membicarakan hal ini. Ternyata perbedaan tidak hanya terjadi di masjid besar Taipe saja, ada beberapa perbedaan dibeberapa tempat:

  1. Di masjid besar Taipe: rakaat pertama 5x takbir sebelum al-fatihah dan rakaat kedua 5x takbir sebelum rukuk, salat dimulai jam 8.30 waktu taipe.
  2. Di masjid Chungli: rakaat pertama 3x takbir sebelum al-fatihah dan rakaat kedua 3x takbir sebelum rukuk
  3. Di masjid Tainan: solatnya juga ada sedikit perbedaan(cuma ga dikasih tau beda dimananya), salat dimulai jam 10.45 waktu setempat (alasannya jamaah sudah bangun jam segitu..hehehe..alasan yang aneh)
  4. Di Indonesia: rakaat pertama 7x takbir sebelum al-fatihah dan rakaat kedua 5x takbir sebelum al-fatihah

Namun belum ada yang bisa menjawab soal perbedaan solat idul fitri ini…mungkin ada yang bisa membantu memberikan sedikit pengertian tentang ini??

Ga kerasa ramadhan tahun ini sudah lewat..tahun ini adalah ramadhan yang sangat istemewa karena saya melewatinya di dua negara berbeda Indonesia (10 hari pertama) dan Taiwan (20 hari terakhir)…suka dukanya puasa di negeri yang orang muslim bukan mayoritas membuat ramadhan kali ini begitu berkesan..buka bareng di masjid besar (bareng orang-orang dari negara lain), sahur bareng ma temen2 Indonesia di dormitory, nyoba makanan baru yg kadang rasanya aneh, dan yang paling susah adalah “nahan mata” (aduh..serba salah disini,klo ngeliat dosa ga ngeliat ga bakal bisa jalan)-ngerti lah ya maksudnya apa-…

Penentuan akhir puasa disini pun sedikit menarik..baru ada keputusan kalo lebaran jatuh hari selasa tanggal 30 september 2008 sekitar tengah malam jam 1.00 waktu taipe,mungkin itu disebabkan mereka (pengurus masjid besar) mengunggu pengumuman lebaran dari pemerintah arab saudi. Jadi di Taipe lebarannya mengikuti arab saudi..Ternyata ga semua sodara-sodara muslim Taiwan merayakan idul fitri hari selasa, sodara-sodara muslim yang ada di Taiwan selatan ada yang merayakan lebarannya hari rabu.

Kebetulan sekali hari selasa saya tidak ada kuliah, jadi bisa salat idul fitri berjamaah di masjid besar. Tidak semua temen-temen bisa ikut solat berjamaah, karena ada yang kuliah pagi. Solat Id dimulai jam 8.30 waktu taipe, sebelum solat ada ceramah dalam bahasa cina. Jam 8.30 tepat, solat idul fitri 1429 H dimulai. Ada yang berbeda dengan salat Idul fitri di Indonesia, kalo di Indonesia salat Id rokaat pertama diawali dengan takbir 7x dan dirakaat kedua diawali dengan takbir 5x. di Taipe rakaat pertama diawali takbir 5x, di rokaat ke dua sebelum rukuk baru takbir 5x lagi (ada yg bisa ngasih info tentang ini??apa emang ada 2 jenis solat idul fitri ya??)…

Setelah solat Id dilanjutkan dengan ceramah yang kali ini menggunakan bahasa arab. Setelah ceramah selesai dilanjutkan dengan salam-salaman, foto-foto, ngobrol-ngobrol, dan tentunya makan-makan..

ini foto-foto  solat Id di masjid besar

 

SELAMAT IDUL FITRI1429H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN