Lain-lain


Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menetapkan hasil perolehan suara nasional pemilu legislatif 9 April lalu. Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary langsung membacakan perolehan suara nasional 44 partai peserta pemilu, menetapkan dan mengesahkannya.

“Hasil penghitungan suara pemilu DPR yang dilaksanakan sejak 26 April hinggal 9 Mei 2009 ditetapkan dan dinyatakan sah,” demikian Hafiz menetapkan hasil pemilu.

Hasil akhir, jumlah suara total 104.095.847 . Berikut adalah hasil keseluruhan perolehan suara 44 partai politik :

No Partai Politik Jumlah Suara Persentase
1 Demokrat (31) 21.703.137 20,85%
2 Golkar (23) 15.037.757 14,45%
3 PDIP (28) 14.600.091 14,03%
4 PKS (8) 8.206.955 7,88%
5 PAN (9) 6.254.580 6,01%
6 PPP (24) 5.533.214 5,32%
7 PKB (13) 5.146.122 4,94%
8 Gerindra (5) 4.646.406 4,46%
9 Hanura (1) 3.922.870 3,77%
10 PBB (27) 1.864.752 1,79%
11 PDS (25) 1.541.592 1,48%
12 PKNU (34) 1.527.593 1,47%
13 PKPB (2) 1.461.182 1,40%
14 PBR (29) 1.264.333 1,21%
15 PPRN (4) 1.260.794 1,21%
16 PKPI (7) 934.892 0,90%
17 PDP (16) 896.66 0,86%
18 Barnas (6) 761.086 0,73%
19 PPPI (3) 745.625 0,72%
20 PDK (20) 671.244 0,64%
21 RepublikaN (21) 630.78 0,61%
22 PPD (12) 550.581 0,53%
23 Patriot (30) 547.351 0,53%
24 PNBK (26) 468.696 0,45%
25 Kedaulatan (11) 437.121 0,42%
26 PMB (18) 414.75 0,40%
27 PPI (14) 414.043 0,40%
28 Pakar Pangan (17) 351.44 0,34%
29 Pelopor (22) 342.914 0,33%
30 PKDI (32) 324.553 0,31%
31 PIS (33) 320.665 0,31%
32 PNI M (15) 316.752 0,30%
33 Partai Buruh (44) 265.203 0,25%
34 PPIB (10) 197.371 0,19%
35 PPNUI (42) 142.841 0,14%
36 PSI (43) 140.551 0,14%
37 PPDI (19) 137.727 0,13%
38 Merdeka (41) 111.623 0,11%
39 PDA (36) 0 0,00%
40 Partai SIRA (37) 0 0,00%
41 PRA (38) 0 0,00%
42 Partai Aceh (39) 0 0,00%
43 PBA (40) 0 0,00%
44 PAAS (35) 0 0,00%
Jumlah 104.095.847 100%

Sedangkan untuk hasil pemilu di Taiwan adalah sebagai berikut:

Urutan Partai % Suara Suara penuh Suara sisa Jumlah Suara terbanyak
1 PDIP 25.10% 1 kursi 1 kursi 2 kursi caleg no 1 dan 2
2 PD 23.08% 1 kursi 1 kursi 2 kursi caleg no 1 dan 2
3 PG 14.78% 1 kursi 1 kursi caleg no 1
4 PKB 7.60% 0 kursi 1 kursi 1 kursi caleg no 1
5 PKS 5.73% 0 kursi 1 kursi 1 kursi caleg no 1
Advertisements

Bagaimana kita membaca Wedhatama dan Wulangreh dalam konteks kekinian? Mungkin kita akan dengan mudah mengatakan bahwa pengarang Wedhatama, yakni Kanjeng Gusti Pangeran Arya Adipati (KGPAA) Mangkunegoro IV terasa sinis saat membicarakan agama Islam. Sementara pengarang Wulangreh, yakni Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (ISKS) Pakubuwono IV terasa lebih bisa menerima ajaran agama Islam. Tapi, apakah sesederhana itu?

Kalau kita baca Wedhatama karya Mangkunegoro IV, yang diterjemahkan kembali oleh Fatchurrohman (Jakarta: WWS, 2003), terbaca bahwa Mangkunegoro IV memberi pelajaran kepada anak-anaknya bahwa sebaiknya yang dijadikan panutan itu Panembahan Senopati (Raja Mataram yang pertama) dan bukan Nabi Muhammad SAW.

Hal ini terbaca pada bagian berikut ini: Nuladha laku utama, tumraping wong tanah Jawi, wong Agung ing Ngeksiganda, panembahan Senapati, kapati amarsudi, sudaning hawa lan nepsu, pinesu tapa brata, tanapi ing siyang ratri, amemangun karyenak tyasing sasama (Teladanilah sikap terpuji tokoh besar dari Mataram, Panembahan Senapati. Ia telah berupaya sepenuh hati demi terkendalinya hawa nafsu. Rajin bertapa, baik siang maupun malam, guna menciptakan ketenteraman batin sesama makhluk). (more…)

Ada tulisan mernarik yang saya dapat dari kompas.com edisi 8 mei 2009 tentang penggunaan bahasa Indonesia yang mulai tersingkir oleh bahasa Inggris. Artikelnya adalah sebagai berikut:

Seorang kawan yang baru lulus kuliah ditolak di mana-mana ketika melamar pekerjaan. Kesalahannya cuma satu, Ia terlalu bangga memakai bahasa Indonesia.

TIDAK seperti kebanyakan pelamar lain yang berfoya-foya dalam bahasa Inggris, kawan tadi memakai bahasa Indonesia dalam surat lamarannya. Jumlah alasannya memakai bahasa Indonesia pun sama dengan kesalahannya itu, cuma satu, yakni, ia melamar pada perusahaan yang ada di Indonesia, yang masyarakat, rekan kerja, dan pimpinannya berbahasa Indonesia. Perusahaan yang pekerjaanya bisa dikerjakan dalam bahasa Indonesia. Sialnya, kawan tadi lupa, kalau perusahaan di Indonesia merasa hebat ketika berhasil mengaudisi karyawannya dalam bahasa Inggris. Biar sedikit intelek, bro! (more…)

Pernah nonton orang atraksi debus??
Pernah ngeliat orang kebal senjata tajam??
ah, itu sih sudah biasa….

Pernah liat orang kebal peluru???
ditembak 107 peluru oleh polisi tidak apa-apa….setelah jimatnya ditembak, baru dia roboh…
ternyata ilmu kebal peluru bener2 ada di Indonesia… kenapa ga semua tentara indoneisa pake ilmu ini???

jadi inget lagu iwan fals – Sugali
“Dar…der.. .dor
suara senapan
Sugali anggap petasan
Tiada rasa ketakutan
Punya ilmu kebal senapan
Semakin lupa daratan…”

Sudah beberapa kali saya mendapat forward an email dari milis yang isinya kurang lebih seperti ini:

PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG

Seorang karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK
akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis
pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.

Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
karyawan tsb diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara
menunjukkan
acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g.

Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa
Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat
senilai 1/10 kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang
berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN

dst…

Sejauh yang saya tahu, satuan yang dipake di Indonesia itu adalah “ons” bukan “ounce”…
jadi dulu itu kita di sekolah-sekolah dikasih tau 1 ons = 100 gram bukan 1 ounce = 100 gram
apa bedanya???
“Ons” itu adalah satuan Belanda..dimana memang benar 1 ons itu setara dengan 100 gram atau 3.5274 ounce
“Ounce” itu satuan standar internasional sekarang dimana 1 ounce = 28,35 gram

kenapa kita pake yg ons bukan ounce??ya karena kita dulu dijajah ama belanda..jadi mungkin dalam kasus ini dia salah kira “ons” itu sama dengan “ounce”
Semoga hal serupa tidak terjadi lagi dikemudian hari.

sumber:
http://www.unc.edu/~rowlett/units/dictO.html
http://www.exploratorium.edu/cooking/convert/measurements.html

Kesulitan ketika ujian??tidak bisa menjawab soal-soal ujian??anda ingin menggunakan bantuan “Call a Friends” (seperti opsi bantuan dalam acara “Who wants to be a millionare”) tapi tetap tidak ingin ketauan oleh pengawas??. Mungkin alat ini bisa menjadi “dewa penolong’ untuk anda.

Spy Pen terdiri dari dua bagian, yaitu pen dan sebuah earphone kecil. Earphone itu sendiri berukuran sekitar 0,55 x 0,55 x 1,05 cm, cara kerjanya menyerupai Bluetooth handsfree. Jadi melalui Bluetooth, pen akan bekerja sebagai microphone dan transmitter, sedangkan earpiece digunakan sebagai earphone atau alat untuk mendengar. Dengan bentuknya yang kecil, earphone itu nantinya diletakkan di dalam telinga. (more…)

ada video bagus banget untuk menggugah semangat kita yang lagi turun..

I will try 1.000 times to get up. If I failed and I give up, do you think that I am gonna get up?no!! If I failed I try again and again and again…

dan tambahan quote penambah semangat:

Banyak kegagalan hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah (Thomas Alva Edison)

Sesuatu yang belum dikerjakan seringkali tampak mustahil, kita baru yakin kalau kita telah berhasil melakukannya dengan baik (Evelyn Underhill)