Taiwan


Ga kerasa pemilu legislatif sebentar lagi…Ayo-ayo jangan lupa nyoblos untuk yg udah bisa..

Untuk yang ada di Taiwan, ini ada sedikit info tentang pelaksanaan penyoblosan (ato pencontrengan ya??)

Sesuai dengan Peraturan KPU No. 11 Tahun 2009, ada 2 cara pemungutan suara di luar negeri yaitu:
1. Melalui Pos
2. Datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara); Ada 2 TPS yang sudah dibentuk di kota Taipei, yaitu TPS KDEI dan TPS Taipei Station.
Adapun teknis pelaksanaanya, silakan dibuka dan dibaca di

Untuk itu, khususnya kepada mahasiswa/ i yang sudah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) Taiwan, cek di http://kdei- taipei.org/ tw/index. php?option= com_wrapper&Itemid=27
dan INGIN DATANG ke TPS pada hari Kamis, 9 April 2009, Jam: 08.00 – 13.00 dimohon untuk mendaftarkan diri ke PPLN (KDEI)

Bagi mahasiswa/ i yang bersedia ke datang ke TPS tersebut, PPLN akan menyampaikan surat undangan dan membuatkan surat ijin ke Profesor pada hari pencoblosan.
Bila rekan-rekan tidak mendaftarkan diri untuk datang ke TPS, maka PPLN menganggap rekan-rekan memilih untuk melakukan pemungutan suara melalui Pos.
sumber: Ketua KPPSLN TPS Taipei Station
Ini juga ada animasi menarik tentang pemilu…mantep juga nih animasinya
Advertisements

Hari jumat tanggal 6 February 2009 yang lalu saya menghadiri acara perayaan tahun baru cina yang diadakan oleh Tai Ji Men (semacam perkumpulan beladiri di Taipei) tanggal 6 Februari 2009 lalu. Acara ini sendiri dihadiri oleh mantan wakil presiden Taiwan Mrs. Annete Lu, para duta besar dan para kepala kantor dagang dari berbagai negara (diantaranya duta besar Ghana, Mongolia, Mozambique dan kepala kantor dagang Malaysia, Turki, Paraguay, Jerman).

dsc_34671

Dalam acara ini kebetulan kami (10 mahasiswa Indonesia di NTUST) diminta menampilkan pertunjukan angklung, dan kami membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa dalam kesempatan ini. Saya sendiri hanya sempat berlatih 4 hari untuk mempersiapkan acara ini. Selain pertunjukan seni dari Indonesia, ada juga beberapa pertunjukan kebudayaan dari Taiwan, Mongolia, dan Mozambique. (more…)

Wah..akhirnya bisa merasakan akhir pekan tanpa badai pertama di Taiwan…

Dari pertama dateng disini,setiap akhir pekan pasti ada taifun, apalagi taifun minggu kemaren…wew..anginnya maknyos sekali…dari dorm saya ngeliat cewe taiwan yg lagi jalan ditengah badai sampe harus megang pohon pas ada angin gede…lucu juga ngeliatnya..cuma jadi dapet pelajaran beharga, yaitu klo ga mau terbang ketiup angin mending ga usah keluar kamar pas badai.

Badai tiap akhir pekan ini menyebabkan kita terkurung di dorm..membosankan..acara jalan-jalan dibatalkan..jadi ya hiburan selain internet adalah ngeliatin orang yg payungnya rusak ketiup angin, batang pohon tumbang, dan ngeliat cewe yg megang pohon pas ada angin gede.

Emang ada untungnya juga sih badai minggu kemaren, hari senen jadi ga ada kuliah, jadi ga ada tugas..hehehe..coba badainya hari biasa, pasti lebih menyenangkan.

Akhir pekan tanpa badai ini diawali dengan bermain bola bersama temen2 Indonesia lainnya, seharusnya kita hanya akan bermain bersama orang2 vietnam, namun ternyata ada salah komunikasi dengan mereka. Mereka mengira kita mengajak tanding mereka, jadinya ya pertandingan tim Indonesia melawan tim Vietnam..karena tim Indonesia memang tidak berniat untuk tanding, hanya berniat bermain saja, jadi Indonesia kalah 4-1 dari tim Vietnam.

Besok rencananya di daan park akan ada halal bi halal yang diadakan teman2 dari MTYT (Majelis Ta’lim Yasin Taipe) yang penceramahnya bapak KH Hasyim Muzadi. Yang secara mengejutkan saya dan mahasiswa muslim Indonesia yang baru diminta membantu acara ini sebagai panitia…jadi ya mau ga mau harus dateng ke acara itu…

Ga kerasa ramadhan tahun ini sudah lewat..tahun ini adalah ramadhan yang sangat istemewa karena saya melewatinya di dua negara berbeda Indonesia (10 hari pertama) dan Taiwan (20 hari terakhir)…suka dukanya puasa di negeri yang orang muslim bukan mayoritas membuat ramadhan kali ini begitu berkesan..buka bareng di masjid besar (bareng orang-orang dari negara lain), sahur bareng ma temen2 Indonesia di dormitory, nyoba makanan baru yg kadang rasanya aneh, dan yang paling susah adalah “nahan mata” (aduh..serba salah disini,klo ngeliat dosa ga ngeliat ga bakal bisa jalan)-ngerti lah ya maksudnya apa-…

Penentuan akhir puasa disini pun sedikit menarik..baru ada keputusan kalo lebaran jatuh hari selasa tanggal 30 september 2008 sekitar tengah malam jam 1.00 waktu taipe,mungkin itu disebabkan mereka (pengurus masjid besar) mengunggu pengumuman lebaran dari pemerintah arab saudi. Jadi di Taipe lebarannya mengikuti arab saudi..Ternyata ga semua sodara-sodara muslim Taiwan merayakan idul fitri hari selasa, sodara-sodara muslim yang ada di Taiwan selatan ada yang merayakan lebarannya hari rabu.

Kebetulan sekali hari selasa saya tidak ada kuliah, jadi bisa salat idul fitri berjamaah di masjid besar. Tidak semua temen-temen bisa ikut solat berjamaah, karena ada yang kuliah pagi. Solat Id dimulai jam 8.30 waktu taipe, sebelum solat ada ceramah dalam bahasa cina. Jam 8.30 tepat, solat idul fitri 1429 H dimulai. Ada yang berbeda dengan salat Idul fitri di Indonesia, kalo di Indonesia salat Id rokaat pertama diawali dengan takbir 7x dan dirakaat kedua diawali dengan takbir 5x. di Taipe rakaat pertama diawali takbir 5x, di rokaat ke dua sebelum rukuk baru takbir 5x lagi (ada yg bisa ngasih info tentang ini??apa emang ada 2 jenis solat idul fitri ya??)…

Setelah solat Id dilanjutkan dengan ceramah yang kali ini menggunakan bahasa arab. Setelah ceramah selesai dilanjutkan dengan salam-salaman, foto-foto, ngobrol-ngobrol, dan tentunya makan-makan..

ini foto-foto  solat Id di masjid besar

 

SELAMAT IDUL FITRI1429H

MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Halal ato haram??…itu mungkin pertanyaan pertama klo kita ingin membeli ato memakan suatu makanan di Taiwan. Kalo di Indonesia kata haram identik dengan daging babi, daging anjing, minuman alkohol. Lalu bagaimana dengan daging ayam ato daging sapi?apakah dipotong dengan menyebut nama ALLAH??

Kalo di Indonesia mungkin masalah memotong dengan menyebut nama ALLAH tidak terlalu masalah, karena di Indonesia ada badan yang mengontrolnya. Jadi kita hanya tinggal menjauhi daging babi, daging anjing dan minuman beralkohol, yang tentunya bisa dengan mudah kita bedakan karena pasti ada tulisannya.

Nah hal mengenai halal ato haram makanan di Taiwan agak sedikit sulit. setidaknya ada beberapa pengertian halal menurut teman-teman Indonesia di sini, yaitu:

  1. Ada yang berpendapat semua daging babi, anjing, serta ayam dan sapi yang dipotong tidak menyebut nama ALLAH adalah haram. Memakan makanan dari tempat makan yang menjual daging babi atau anjing juga haram, karena dikhawatirkan digunakan minyak ato tempat masak yang sama. Nah untuk orang yang sependapat dengan golongan ini mungkin solusi satu satunya adalah memakan makanan vegetarian. Nah kalo ternyata kantin tempat menjual makanan vegetarian tutup bagaimana??Ato tidak kuat kalo tiap hari makan sayur??
  2. Yang lain berpendapat bahwa semua daging babi, anjing, serta ayam dan sapi yang dipotong tidak menyebut nama ALLAH adalah haram, namun berpendapat bahwa makan ditempat makan yang menjual daging babi ato anjing tidak haram. Jadi solusi untuk golongan ini adalah memakan makanan ikan, telur atau sayur. Permasalahannya adalah, apakah yakin tidak ada kontaminasi dari makanan haram??
  3. Pendapat lain adalah semua daging babi dan anjing adalah haram, namun ayam dan sapi (tidak peduli cara memotongnya) adalah halal dan makan ditempat makan yang menjual daging babi ato anjing tidak haram. Solusi makanan untuk golongan ini sedikit lebih banyak. Namun bukankah di Al Quran (QS 2:173) jelas disebutkan bahwa daging yang disembelih tidak menyebutkan nama ALLAH adalah haram??

Untuk membedakan makanan yang mengandung daging babi ato anjing, disini sangat sulit sekali karena tidak ada tulisannya atau tidak mengerti tulisannya. Tidak seperti di Indonesia yang pasti ada tulisan halal ato engga nya.

Jadi kembali kepada pengertian haram dan halal menurut pendapat pribadi masing-masing….

Ngomong-ngomong soal makan malam, diNTUST ternyata sulit sekali menemukan tempat makan yang masih buka tengah malam. Tidak seperti di Indonesia, yang kalo tengah malam laper masih ada tukang nasi goreng keliling atau pun kalo sudah tidak ada yang lewat depan rumah, kita bisa jalan sedikit untuk menemukan tempat makan yang masih buka dipinggir jalan.

Nah di NTUST kalo tengah malam kita kelaparan, untuk menemukan makanan halal hampir tidak mungkin. Kalo pun mau makan ya paling cuma makan roti yang bisa dibeli di “7-eleven” (toko 24 jam kaya “circle K” di Indonesia). Sebenernya di dormitory kita bisa beli mie di mesin, cuma ya ga tau kehalalan nya.

Nah kalo udah kelaparan tengah malem gitu..jadi rindu masakan indonesia, rindu nasi goreng mawut di balubur..rindu soto ayam…rindu masakan padang….

Baru 11 hari disini tapi sudah kangen ma suasana di Indonesia (khususnya di ITB). Jadi, semuanya pasti selalu dibandingin sama di ITB, kaya cara kuliah lah, perilaku dosen lah, atau yang laennya.
Nah setelah diamati ternyata ada sedikit kesamaan antara ITB dan NTUST, yaitu sama-sama tempat hidup 2 jenis hewan. Kalo di ITB kita bakal mudah menjumpai burung koak dan kuda (yang kotorannya bisa jadi ranjau darat atau ranjau udara), nah di NTUST kita juga bisa dengan mudah melihat tupai yang sedang bermain di pohon-pohon ditambah dengan anjing (baik itu anjing penjaga ataupun anjing peliharaan mahasiswa).

nb: anjing disini bagus-bagus euy..bentuknya lucu-lucu, kadang dikasih pakean, sering banget ngeliat anjing dibawa jalan-jalan ato dibawa makan ke restoran…seandainya saya tidak trauma ma anjing mungkin akan jauh lebih menyenangkan…