Makanan


Halal ato haram??…itu mungkin pertanyaan pertama klo kita ingin membeli ato memakan suatu makanan di Taiwan. Kalo di Indonesia kata haram identik dengan daging babi, daging anjing, minuman alkohol. Lalu bagaimana dengan daging ayam ato daging sapi?apakah dipotong dengan menyebut nama ALLAH??

Kalo di Indonesia mungkin masalah memotong dengan menyebut nama ALLAH tidak terlalu masalah, karena di Indonesia ada badan yang mengontrolnya. Jadi kita hanya tinggal menjauhi daging babi, daging anjing dan minuman beralkohol, yang tentunya bisa dengan mudah kita bedakan karena pasti ada tulisannya.

Nah hal mengenai halal ato haram makanan di Taiwan agak sedikit sulit. setidaknya ada beberapa pengertian halal menurut teman-teman Indonesia di sini, yaitu:

  1. Ada yang berpendapat semua daging babi, anjing, serta ayam dan sapi yang dipotong tidak menyebut nama ALLAH adalah haram. Memakan makanan dari tempat makan yang menjual daging babi atau anjing juga haram, karena dikhawatirkan digunakan minyak ato tempat masak yang sama. Nah untuk orang yang sependapat dengan golongan ini mungkin solusi satu satunya adalah memakan makanan vegetarian. Nah kalo ternyata kantin tempat menjual makanan vegetarian tutup bagaimana??Ato tidak kuat kalo tiap hari makan sayur??
  2. Yang lain berpendapat bahwa semua daging babi, anjing, serta ayam dan sapi yang dipotong tidak menyebut nama ALLAH adalah haram, namun berpendapat bahwa makan ditempat makan yang menjual daging babi ato anjing tidak haram. Jadi solusi untuk golongan ini adalah memakan makanan ikan, telur atau sayur. Permasalahannya adalah, apakah yakin tidak ada kontaminasi dari makanan haram??
  3. Pendapat lain adalah semua daging babi dan anjing adalah haram, namun ayam dan sapi (tidak peduli cara memotongnya) adalah halal dan makan ditempat makan yang menjual daging babi ato anjing tidak haram. Solusi makanan untuk golongan ini sedikit lebih banyak. Namun bukankah di Al Quran (QS 2:173) jelas disebutkan bahwa daging yang disembelih tidak menyebutkan nama ALLAH adalah haram??

Untuk membedakan makanan yang mengandung daging babi ato anjing, disini sangat sulit sekali karena tidak ada tulisannya atau tidak mengerti tulisannya. Tidak seperti di Indonesia yang pasti ada tulisan halal ato engga nya.

Jadi kembali kepada pengertian haram dan halal menurut pendapat pribadi masing-masing….

Ngomong-ngomong soal makan malam, diNTUST ternyata sulit sekali menemukan tempat makan yang masih buka tengah malam. Tidak seperti di Indonesia, yang kalo tengah malam laper masih ada tukang nasi goreng keliling atau pun kalo sudah tidak ada yang lewat depan rumah, kita bisa jalan sedikit untuk menemukan tempat makan yang masih buka dipinggir jalan.

Nah di NTUST kalo tengah malam kita kelaparan, untuk menemukan makanan halal hampir tidak mungkin. Kalo pun mau makan ya paling cuma makan roti yang bisa dibeli di “7-eleven” (toko 24 jam kaya “circle K” di Indonesia). Sebenernya di dormitory kita bisa beli mie di mesin, cuma ya ga tau kehalalan nya.

Nah kalo udah kelaparan tengah malem gitu..jadi rindu masakan indonesia, rindu nasi goreng mawut di balubur..rindu soto ayam…rindu masakan padang….